bagi semua yng ingin membuat karya tulis ilmiah, di sini penulis mencoba untuk berbagi sedikit pengetahuan tentang tanamanaloe vrea
selamat membaca....................................
selamat membaca....................................
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Indonesia
adalah negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak. Sebagian dari
masyarakat, masih kurang layak dalam memperoleh layanan kesehatan. Membangun
kesehatan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat agar
lebih baik dari sebelumnya. Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik perorangan, keluarga,
masyarakat, maupun lingkungan. Kiat membangun kesehatan masyarakat tidak
terlepas dari pemanfaatan aneka tanaman sebagai bahan obat.
Pada
era globalisasi ini, belum semua penyakit dapat diatasi secara tuntas dengan
mengggunakan obat dari bahan kimia. Ada kemungkinan bahwa obat yang dihasilkan
dari tanaman di sekitar kita dapat menjadi obat alternatif yang baik. Kekayaan
alam berupa aneka tumbuhan merupakan dukungan yang tak ternilai karena dapat
dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan. Tanaman yang dapat dijadikan obat alternatif
adalah lidah buaya.
Lidah
buaya adalah tanaman yang sering di sebut dengan Aloe vera . Lidah buaya
tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias tetapi, dapat dimanfaatkan
sebagai obat. Jenis lidah buaya yang baik dikonsumsi adalah jenis Aloevera
barbadensis Miller. Kandungan yang terdapat dalam lidah buaya jenis ini
berupa 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh . Di antara 72 zat yang dibutuhkan
tubuh tersebut terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin,
mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat yang meliputi antibiotik,
antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi,
antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta
antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Lidah
buaya jenis Aloevera barbadensis Miller memiliki beberapa keunggulan di
antaranya tahan hama, ukurannya bisa mencapai 121 cm, berat per batang bisa
mencapai 4 kg, dan aman dikonsumsi. Ciri khas tanaman lidah buaya bisa dilihat
dari bentuk daunnya. Daun lidah buaya berwarna hijau keabu-abuan, memiliki
lapisan - lapisan lilin, dan bagian pinggir daun lidah buaya berjajar duri yang
tumpul. Daun mudanya terdapat bercak hijau sampai putih. Batang dan bunga lidah
buaya dapat terlihat apabila lidah buaya sudah tua. Apabila tanaman masih muda,
batang tertutup oleh daun-daun. Sementara itu, bunga tanaman lidah buaya
berbentuk seperti lonceng .
Jadi,
tanaman lidah buaya memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal
inilah yang melatarbelakangi penulisan karya tulis ini.
I.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Apa sebenarnya tanaman lidah buaya?
2. Bagaimana karakteristik tanaman lidah buaya?
3. Apa yang terkandung dalam lidah buaya?
4. Apa manfaat tanaman lidah buaya?
5. Apa penyakit pertusis itu?
I.3.
Tujuan Penelitian
1. Berdasarkan
latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan karya tulis ini
sebagai berikut:
2. Mengetahui
tentang tanaman lidah buaya dan karakteristiknya.
3. Mengetahui
kandungan yang terdapat di dalam lidah buaya.
4. Mengetahui
manfaat tanaman lidah buaya bagi kehidupan manusia.
5. Memanfaatkan
tanaman yang berada di sekitar kita untuk dijadikan sesuatu yang baru.
6. Mengetahui
tentang penyakit pertusis.
BAB II
ISI/POKOK BAHASAN
2.1 Tanaman Lidah
Buaya
Lidah
buaya merupakan tanaman berduri yang berasal dari daerah kering di Benua
Afrika. Lidah buaya sering disebut Aloe vera (latin: Aloe barbadensis
Milleer). Tanaman lidah buaya telah dikenal dan digunakan sejak
ribuan tahun yang lalu karena khasiat dan manfaatnya yang luar biasa. Fakta
sejarah ada yang menyebutkan bahwa bangsa Mesir Kuno telah mengetahui manfaat
lidah buaya sebagai tanaman kesehatan sejak tahun 1500 SM. Oleh karena itu,
bangsa Mesir Kuno menyebut tanaman lidah buaya sebagai tanaman
keabadian. Secara umum,
lidah
buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai
potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.
Tanaman
lidah buaya memiliki 350 jenis yang tersebar di seluruh dunia. Selain itu,
lidah buaya hasil persilangan juga banyak. Di dunia ada tiga jenis lidah buaya
yang dibudidayakan secara komersial yaitu Aloe vera (Aloevera barbadensis
Miller), Aloe ferox Miller, Aloe very Barker. Dari ketiga tersebut yang
banyak dimanfaatkan adalah spesies Aloevera barbadensis Miller, karena
memiliki beberapa keunggulan di antaranya tahan hama, ukurannya bisa mencapai
121 cm, berat per batang bisa mencapai 4 kg, dan aman dikonsumsi.
Jenis
Aloevera barbadensisMiller mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh
. Di antara 72 zat yang dibutuhkan tubuh tersebut terdapat 18 macam asam amino,
karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat
yang meliputi antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus,
antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson,
antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik. Sifat
tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang apabila telah digigit
langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa lidah buaya telah
teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.
Lidah
buaya diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom
:
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
:
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
:
Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo
:
Asparagales
Famili
:
Asphodelaceae
Genus
:
Aloe Spesies : Aloe vera L.
2.2
Karakteristik Lidah Buaya
1. Akar
Akar
tanaman lidah buaya berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan
tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman
menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.
2. Batang
Tanaman
lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh
daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan
muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Lidah buaya yang
bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak
daun. Batang lidah buaya juga dapat distek untuk perbanyakan tanaman.
3. Daun
Daun
tanaman lidah buaya berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya
berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifat sukulen
(banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai
bahan baku obat. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing,
permukaan daun dilapisi lilin dengan duri lemas di pinggirnya. Panjang daun
dapat mencapai 50 - 75 cm dengan berat 0,5 kg - 1 kg dan melingkar rapat di
sekeliling batang bersaf-saf.
4. Bunga
Bunga
lidah buaya berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul yang
keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian
berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga lidah buaya
biasanya muncul apabila ditanam di pegunungan.
2.3 Kandungan Lidah
Buaya
1. Lignin
: mempunyai kemampuan penyerapan tinggi dan memudahkan peresapan gel ke kulit.
2. Saponin
: mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik.
3. Komplek
antraquinon: bahan laktasif, penghilang rasa sakit, mengurangi racun, senyawa
antibakteri, dan mempunyai kandungan antibiotik
4. Vitamin
B1, B2, niacinamida, B6, cholin, asam folat : bahan penting untuk menjalankan
fungsi tubuh secara normal dan sehat
5. Enzim
oksidase, amilase, katalase, lipase, protease : mengatur proses kimia dalam
tubuh, menyembuhkan luka luar dan dalam.
6. Monosakarida
dan polisakarida, selulosa, glukose, mannose, aldepentosa,rahmnosa: memenuhi
kebutuhan metabolisme tubuh dan memproduksi mukopolisakarida.
2.4 Komposisi Kimia
Gel Lidah Buaya
1. Mineral
Unsur:
-Kalsium (Ca), fosfor (P), Besi (Fe)
Kegunaan
: Memberi ketahanan terhadap penyakit, menjaga kesehatan, dan memberikan
vitalitas.
-Magnesium
(Mg), Mangan (Mn), Kalium (K),Natrium(Na), Tembaga(Cu)
Kegunaan
: Berinteraksi dengan vitamin untuk mendukung fungsi tubuh
2. Asam
Amino
Asam
aspartat, asam glutamate, alanin, isoleusin, fenilalanin, thereonin, prolin,
valin, leusin, histidin, serin, glisin, methionin, lysine, arginin, tyrosin,
dan tryptophan.
Kegunaan:
-Untuk pertumbuhan dan perbaikan
-Sintesis bahan lain
-Sumber energi
3. Protein
Senyawa
nutrisi yang terkandung dalam tanaman lidah buaya dapat berperan dalam
penyembuhan berbagai penyakit di antaranya sakit perut, kerontokan rambut,
ketombe, masalah datang bulan, anemia, infeksi ginjal, gigitan ular, beri-beri,
sembelit, disentri, influenza, TBC, kanker, dll.
2.5
Manfaat Lidah Buaya
1. Penyubur
rambut
Caranya:
Ambil
daun lidah buaya segar secukupnya lalu dibelah. Ambil bagian dalam yang rupanya
seperti agar-agar. Gosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore. Bungkus rambut
dengan kain. Cuci rambut keesokan harinya. Pakai setiap hari selama 3 bulan
untuk mencapai hasil yang memuaskan.
2. Luka
terbakar dan tersiram air panas (yang ringan)
Caranya:
Ambil
daun lidah buaya dan dicuci bersih. Ambil bagian dalamnya lalu tempelkan pada
bagian tubuh yang terkena api atau air panas.
3. Bisul
Caranya:
Daun
dilumatkan dengan ditambah sedikit garam. Tempelkan pada bisulnya.
4. Kencing
manis (DM)
Caranya:
Ambil
1 daun lidah buaya dan dicuci bersih. Kupas kulit luar dan bagian berdurinya
lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi airnya
tersisa 1,5 gelas. Saring dan minum sehabis makan 3 kali 1/2 gelas sehari.
5. Batuk
rejan atau pertusis
Caranya:
Kupas
kulit luar daun lidah buaya berukuran sekitar 15 - 18 cm. Lalu buang durinya.
Cuci lendirnya dan potong-potong. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1
gelas. Kemudian ditambah gula. Saring dan minum 3 kali 1/2 gelas sehari.
6. Batuk
(yang membandel)
Caranya:
20
gram daun lidah buaya dicuci, dikupas, dan dipotong-potong. Tambahkan 2 sendok
makan madu murni. Minum 2x sehari. Ulangi selama 10 hari.
7. Sifilis
Caranya:
Bunga
lidah buaya dicampur dengan daging. Lalu diirebus dan diminum.
8. Cacingan
dan susah buang air kecil
Caranya:
Akar
lidah buaya dicuci dan dijemur sampai kering. Rebus dengan segelas air sampai
airnya tinggal setengah. Diminum sekaligus.
9. Luka
terpukul dan luka dalam (muntah darah)
Caranya:
10
- 15 gram bunga kering lidah buaya direbus dan diminum.
10. Kencing
darah
Caranya:
Kupas
kulit luar 15 gram daun lidah buaya segar dan buang durinya. Lumatkan lalu
peras. Tambahkan 30 gram gula dan air beras secukupnya. Aduk dan minum.
11. Wasir
Caranya:
Kupas kulit luar 1/2 lembar daun lidah buaya lalu buang duri-durinya. Potong-potong,
cuci bersih lendirnya, lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2
sendok makan madu. Aduk kemudian saring. Minum sehari 3 kali.
12. Sembelit
Caranya:
1/2
batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit serta durinya. Isinya
dicincang lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan
madu. Hangat-hangat diminum sehari 2 kali.
13. Radang
tenggorokan
Caranya:
1
daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau di blender.
Tambahkan madu murni dan minum 3x sehari.
14. Menurunkan
kolesterol
Caranya:
30
g daging lidah buaya dan 1 buah apel dikupas. Lalu buang bijinya dan blender.
15. Penurun
kadar gula darah
Caranya:
1
pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan)
dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam
air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran).
Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas,
2 sampai 3 kali sehari.
2.6 Penyakit Pertusis
Pertusis
yang sering disebut batuk rejan adalah penyakit infeksi bakterial yang
menyerang sistem pernapasan yang melibatkan pita suara (larinks), trakea dan
bronkial. Infeksi ini menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan sehingga
menyebabkan serangan batuk yang parah. Batuk rejan disebabkan oleh infeksi
bakteri Bordetella pertussis dan kadang-kadang oleh Bordetella
parapertussis atau Bordetella bronchiseptica. Penularannya melalui
batuk atau bersin yang dihamburkan ke udara oleh penderita yang terinfeksi.
Secara tipikal, serangan batuk rejan terjadi secara mendadak, terutama pada
malam hari. Selanjutnya, barulah gangguan ini meningkat ke stadium penyakit
yang sebenarnya, yakni batuk terus-menerus diselingi tarikan nafas panjang dan
berbunyi (whoop) yang diakhiri dengan muntah. Karenanya, selama batuk biasanya
bayi tidak bernafas. Batuk rejan dapat menyerang segala umur, 60 % menyerang
anak-anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Penyakit ini akan menjadi serius
jika menyerang bayi berumur kurang dari 1 tahun. Biasanya pada bayi yang baru
lahir dan keadaannya menjadi lebih parah. Bayi yang menderita batuk rejan, masa
inkubasinya antara 6-20 hari dengan rata-rata 7 hari, harus segera dibawa ke
dokter. Karena, penyakit ini mampu menimbulkan komplikasi berupa gangguan
saluran pernafasan seperti radang paru-paru (bronchopneumonia) yang merupakan
komplikasi berat yang paling kerap terjadi dan menyebabkan kematian pada bayi
dibawah usia 1 tahun. Komplikasi lain adalah kejang, hernia dan lainnya.
2.7 Gejala Penyakit Pertusis
Gejala
atau tanda pertama dari batuk rejan muncul sesudah 7-14 hari terinfeksi oleh
bakteri Bordetella pertussis. Batuk rejan berlangsung dalam 3 stadium
dengan masing-masing stadium berakhir 2 minggu. Stadium awal menunjukkan gejala
batuk yang teriritasi terutama pada malam hari, serangan batuk biasanya
didahului bersin, nafsu makan hilang, lesu, mata kelihatan merah dan berair.
Pada stadium kedua, batuk semakin parah disertai dahak kental. Setiap batuk
diakhiri suara melengking atau gonggong dan berulang-ulang dengan cepat.
Penderita dapat mengalami muntah di antara serangan batuk. Selama batuk, muka
penderita kelihatan merah kebiru-biruan, urat leher tegang, air mata tergenang
dan lemas. Pada bayi serangan batuk dapat menyebabkan bayi tidak bernafas
secara periodik, kekurangan oksigen, dan gangguan metabolisme. Stadium kedua
merupakan stadium yang paling rentan. Stadium akhir intensitas batuk yang
mengikil serta muntah berkurang dan hilang secara bertahap.
2.8
Pencegahan Penyakit Pertusis
Pencegahan
penyakit ini sebenarnya bisa dilakukan sejak dini dengan pemberian imuniasi
DPT, yaitu mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus.
Terutama untuk bayi baru lahir. Biasanya vaksin diberikan pada interval bulanan
di tahun pertama kelahiran, dan dua dosis booster saat umur satu
setengah tahun dan lima tahun. Imunisasi ini bisa mencegah terjadinya
batuk rejan. Selain memberikan imunisasi, penuhi kebutuhan gizinya, pastikan
juga kebutuhan cairannya terpenuh dan hindari faktor-faktor yang bisa
memberatkan batuk seperti menangis berlebihan. Pencegahan yang dapat dilakukan
antara lain:
·
Berikan makanan yang bergizi yang mudah dicerna sedikit demi sedikit.
·
Hindari makanan yang banyak mengandung pemanis buatan, gorengan, dan makanan/minuman
dingin.
·
Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan batuk rejan
diantaranyaberkhasiat sebagai anti-infeksi, antibakteri, antibiotik, antibatuk
(antitussive), peluruh dahak (ekspektorant).
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
data-data yang diperoleh dan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Tanaman
lidah buaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi dapat
dimanfaatkan sebagai bahan obat.
2. Tanaman
lidah buaya mudah diperoleh sehingga cara mengolahnya pun mudah.
3. Kandungan
yang terdapat di dalam lidah buaya memiliki potensi untuk menyembuhkan penyakit
Pertusis.
4. Lidah
buaya jenis Aloevera barbadensis Miller memiliki komposisi kimia dalam
gelnya yang aman dikonsumsi manusia.
5. Komposisi
dalam gel lidah buaya meliputi mineral dan unsur kalsium.
3.2 Saran
Sara saya Untuk mengetahui dan
memahami apa-apa saja dan bagimana cara pengolahan dan pemanfaatanya Tanaman
lidah buaya, kita harus melakukan beberapa hal sebagai berikut :
1. Diperlukan
penelitian lebih lanjut mengenai lidah buaya
2. Lidah
buaya memiliki manfaat yang luar biasa sehingga harus dilestarikan
3. Mengonsumsi
lidah buaya untuk obat herbal yang alami
4. Jika
perlu budidayakanlah lidah buaya.
5. Jangan
lupa cuci bersih terlebih dahulu sebelum menggunakannya